Wisata Kota Labuan Bajo

Wisata Kota Labuan Bajo

Wisata Kota Labuan Bajo

13 November 2012

Kota Labuan Bajo

Penerbangan dari Denpasar ditempuh sekitar 1,5 jam sampai ke Labuan Bajo. Begitu sampai di bandara, ternyata bandara cukup simpel juga (baca: kecil 😛 ), jadi dari tempat pesawat mendarat sampai dengan bangunan bandara kita cukup berjalan kaki. Kelihatannya juga sedang ada pengerjaan perluasan bandara, mungkin untuk persiapan Sail Komodo di tahun 2013 nanti.

Dari bandara ini sebelumnya saya sudah mencari informasi, alternatif termurah bisa dengan naik ojek, cukup keluar sedikit dari bandara, dan tidak lama kemudian ada motor ojek yang menawarkan tumpangan ke kita. Tidak terlalu banyak tawar-menawar, karena harga yang ditawarkan sudah cukup murah, yaitu cuma sebesar Rp. 5.000,- per orang. Kita segera berangkat menuju hotel Centro Bajo di jalan Soekarno Hatta.

Setelah mengurus check in hotel, kita menaruh barang dahulu di dalam kamar, dan segera melanjutkan perjalanan berikutnya. Tujuan awal kita menuju ke gua Batu Cermin, tetapi berhubung sedang hujan rintik-rintik & cuaca mendung, kita memutuskan untuk pergi ke pusat kota terlebih dahulu.

Setelah mencari ojek & meminta saran dari receptionist hotel Centro Bajo, akhirnya kita putuskan untuk menuju pelabuhan terlebih dahulu. Kota Labuan Bajo sendiri tidak terlalu besar, jadi kita cukup memutari bukit dari atas, menuju ke pelabuhan di bawah. Dan berhubung jalan di kota ini cuma 1 arah, untuk menuju ke pelabuhan yang sebenarnya tidak terlalu jauh, akhirnya kita harus memutar dahulu melewati atas bukit. Dan woow, nggak menyangka juga, ternyata pemandangan dari atas bukit Labuan Bajo ini sangat indah, langsung mengarah ke laut dengan pelabuhan dan berbagai kapal di sekitarnya.

Sampai di pelabuhan, kita foto2 dahulu, makan bakso Jawa di dekat pelabuhan, dan kemudian berjalan kaki ke atas bukit. Mampir dahulu untuk foto2 dari atas bukit, tepatnya dari hotel Bayview Gardens dengan view pelabuhan dari atas bukit yang indah, kita berjalan kaki lagi sampai turun ke bawah. Huuffh, capek juga, tapi worthed 🙂

Cukup dengan mengikuti jalan besar, akhirnya kita sampai di jalan Soekarno Hatta, dan waktunya makan! Kita makan dahulu di Tree Top Restaurant, yaitu salah satu restaurant yang cukup terkenal di Labuan Bajo, dengan pemandangan sunset ke arah laut.

Setelah makan, kita berjalan kaki lagi sekitar 10 menit sampai ketemu dengan pelabuhan, dan tidak terasa ternyata kita sudah mengitari kota Labuan Bajo ini hanya dengan berjalan kaki!

Wuaaahhh!

Lumayan capek juga, thanks to ko Franck yang udah ngajakin jalan kaki. Pertamanya kita cuman mengejar view saja dari atas bukit, setelah itu berjalan kaki sejauh mungkin, kalau udah kecapekan ya tinggal menyetop salah satu pengendara ojek yang berulang kali melewati kita. Eeh, ternyata kita (maksudnya saya, hehe..) kuat juga berjalan kaki mengitari kota. Paling tidak kita sudah bisa mengetahui ada hotel & restaurant apa saja yang berada di sekitar kota Labuan Bajo ini..

Di sekitar pelabuhan ini pada malam hari banyak orang membuka warung & berjualan makanan di tepi laut, bisa untuk alternatif kuliner murah selain beberapa rekomendasi restaurant seperti Tree Top & Mediterranio..

14 November 2012

Gua Batu Cermin

Pagi hari ini rencananya kita akan pergi ke Batu Cermin, dan siang harinya berangkat ke Cunca Wulang untuk melihat air terjun. Setelah simple breakfast berupa nasi goreng dengan minum teh/kopi di hotel Centro Bajo, kita naik ojek menuju ke tempat tujuan pertama kita. Gua Batu Cermin ini tidak jauh dan masih berada di kota Labuan Bajo ternyata, cukup ditempuh sekitar 10-15 menit saja dari hotel Centro Bajo dengan menggunakan ojek.

Tipikal gua ini sedikit berbeda dari gua di pulau Jawa, dengan ketinggian sekitar 60 meter. Kenapa dinamakan Batu Cermin? Kata guidenya pada saat hujan dan air tergenang di dalam gua yang gelap, dari satu titik gua terdapat sinar matahari yang masuk ke dalam gua dan menimbulkan efek cermin dari pantulan air di dalam gua. Pada saat kita ke sana kebetulan cuaca cerah dan gua dalam kondisi kering, sehingga kita tidak dapat melihat pantulan air yang menyerupai cermin tersebut.

Seru juga berkunjung ke gua Batu Cermin, apalagi tour guide kita cukup ramah dan sangat berpengalaman dalam menjelaskan segala sesuatu tentang gua Batu Cermin ini. Bersama dengan kita waktu itu 2 teman baru, orang asli dari Flores yang juga baru pertama kali ini berkunjung ke gua Batu Cermin.

Dari gua Batu Cermin kita segera menuju ke hotel, untuk check-out, packing dan kemudian pindah ke hotel Golo Hilltop dengan menggunakan ojek..

Hotel Golo Hilltop

Hotel Golo Hilltop ini merupakan salah satu hotel yang terletak di puncak bukit. Kesan pertama begitu kita naik ke atas untuk menuju ke lobby hotel sekaligus restaurant: Amazing view! Kita bisa menikmati view yang indah dari atas bukit, melihat sisi lain di kota Labuan Bajo ini. Apabila dari hotel Bayview Garden kita bisa melihat view ke laut & dermaga, di hotel Golo Hilltop ini kita bisa melihat view ke arah laut, dengan sisi pantainya yang cantik.

Sambil menunggu om Andre yang akan datang hari ini, kita memesan menu sambil menikmati view terlebih dahulu di restaurant hotel Golo Hilltop. Berhubung trip perjalanan ke Cunca Wulang yang memakan waktu cukup lama, yaitu sekitar 5-6 jam pulang pergi, transportasi yang cukup mahal & kita merasa sayang untuk melewatkan sunset di hotel Golo Hilltop, akhirnya siang ini kita memutuskan stay di hotel & menikmati fasilitas utama di hotel, yaitu kolam renang! View kolam renang ini cukup unik, berhadapan langsung dengan laut, meskipun kolam renangnya sendiri tidak terlalu besar. Kita menghabiskan waktu sampai dengan sore hari dengan berenang & hujan-hujanan (yaa, jarang-jarang bisa hujan2’an di Surabaya), sambil ngobrol tentang liburan.

Malam harinya diberitahu oleh salah satu staff hotel, di salah satu restaurant yang berdekatan dengan hotel, yaitu Paradise Restaurant, tersedia menu buffet setiap hari Rabu. Pas sekali dengan waktu kita menginap di hotel ini.. Menu buffet tidak banyak, tetapi cukup enak, dengan ikan bakar ukuran jumbo yang masih fresh. Paradise Restaurant ini juga merupakan salah satu resto dengan view sunset yang terbaik di Labuan Bajo. Yang perlu diingat mungkin jam makan. Kita sudah sampai sekitar jam 6.30, tetapi menu buffet baru bisa tersedia di jam 7.30. Terpaksa kita harus menunggu kurang lebih 1 jam sambil menahan lapar (terutama om Andre yang tanya terus apakah menu sudah siap :p )

Sepulang dari restaurant, ada satu kejadian yang menarik. Dari restaurant menuju ke hotel, sama sekali tidak tersedia lampu jalan, dan kita harus bergelap-gelapan ria menuju ke hotel! Baru kali ini saya merasakan kegelapan di malam hari, sangat gelap, dan kita harus berhati-hati dengan jurang di sisi kiri. Untungnya om Andre sudah berjaga-jaga dengan membeli senter G-Tab (Galaxy Tab) khusus buat menerangi jalan, hehehe.. Thanks ya om Andre, akhirnya berguna juga beli tablet, bisa buat penerangan di malam hari 😛

One Comment

  1. Wisata Murah Pulau Komodo-Labuan Bajo | Liburan Murah
    Apr 13, 2013 @ 05:50:18

    […] November 2012: keliling Kota Labuan Bajo (klik di […]

    Reply

Leave a Reply